Rabu, 29 April 2009

Pemanfaatan Minyak Bumi


Untuk membuat perencanaan kedepan kita memang melihat bagaimana dulu memperolehnya, namun juga harus diketahui bagaimana sejarah pemanfaatannya. Disebelah ini kita lihat bagaimana pemanfaatan minyak dan gas selama ini di Indonesia. Grafik hijau paling atas menunjukkan jumlah produksi minyak di Indonesia. Terlihat produksinya meningkat ditahun 70-an dimana puncaknya tercapai tahun 1975 kemudian flat konstant hingga 25 tahun. Masa produksi antara 20-30 tahun ini memang mirip dengan masa kontrak PSC yang ada saat ini selama 20-30 tahun produksi. Dengan demikian hal ini menunjukkan minyak yang dijumpai dan diproduksi ini adalah dari lapangan-lapangan minyak lama. Yang perlu diperhatikan adalah grafik merah yang menunjukkan cadangan sisa. Terlihat bahwa jumlah cadangan sisa selama ini relatif stabil dalam angka sekitar 5 Milyar Barrel. Artinya jumlah penemuan dibanding jumlah yang diproduksikannya relatif stabil. Hal ini merupakan petunjuk bahwa eksplorasinya setara dengan produksinya.

Namun mulai tahun 1990 terlihat kecenderungan penurunan jumlah cadangan yang ada. Artinya produksinya melebihi julah yang diketemukan. Trend ini terlihat hingga tahun-tahun ini. Disini artinya produksinya yang menurun ini juga diikuti dengan kesuksesan dari aktifitas eksplorasi yang menurun.

Jumlah minyak yang dikonsumsi ternyata meningkat terus. Sehingga di sekitar tahun 2004 Indonesia merupakan net importir. Artinya jumlah minyak yang dipakai di dalam negeri lebih banyak dari produksi. Disinilah artinya kita harus “membeli” minyak ke luar negeri.

Sumber : google

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar